KBRI Riyadh Berhasil Selesaikan 6.698 Kasus TKI Bermasalah pada tahun 2011

Hingga penghujung 2011, KBRI Riyadh telah menangani 6.834 kasus TKI bermasalah baik berat maupun ringan. Dari angka itu, KBRI berhasil rampungkan 6.698 kasus, di luar kasus hukuman mati.  Sejumlah 6.380 TKI bermasalah telah berhasil dipulangkan. Sisanya memilih tetap bekerja di Arab Saudi dengan beralih majikan baru melalui koordinasi antara KBRI Riyadh, Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi dan agen tenaga kerja.
“Secara keseluruhan, 98% kasus yang masuk ke KBRI Riyadh dapat diselesaikan dan sisanya 136 kasus (2%) akan diselesaikan pada tahun 2012 ini,” demikian dikutip dari rilis berita KBRI Riyadh.
Total keseluruhan hak-hak para TKI bermasalah berhasil diselamatkan sepanjang 2011 adalah sebanyak USD 2.779.502,41. Jumlah tersebut setara dengan Rp. 23.903.720.726 dengan asumsi kurs USD 1 sekira Rp. 8.600.
Secara umum, kasus yang menonjol yang ditangani KBRI adalah kasus asusila, pencurian, sihir, pembunuhan, penganiayaan, perdagangan orang, pelecehan seksual hingga pemerkosaan. Selain itu, kematian wajar akibat kecelakaan lalu lintas, gaji tidak dibayar, pekerjaan yang tidak sesuai dengan Perjanjian Kerja, tidak siap mental untuk bekerja, kaburan, masalah perkawinan dan anak di luar perkawinan yang sah.
Untuk kasus-kasus khusus, baik masalah pelanggaran hukum dan tindak pidana, KBRI menyediakan penerjemah dan pengacara sebagai pendamping bagi TKI bermasalah dalam menghadapi persidangan.
“KBRI Riyadh telah menandatangi kontrak kerja sama dengan 5 orang pengacara setempat dalam upaya memberikan perlindungan terhadap WNI bermasalah di bawah garis kendali Satuan Tugas Pelayanan dan Perlindungan WNI KBRI Riyadh,” sambung rilis tersebut.
KBRI juga memiliki rumah penampungan berdaya tampung sekitar 200 orang. Dalam kondisi normal, transit house diisi rata-rata 150 orang TKI bermasalah.
Namun, dalam masa-masa tertentu, seperti pasca musim haji atau ketika terjadi perubahan alur birokrasi instansi setempat, sering kali transit house dihuni melebihi kapasitas maksimal, kadang hingga 500 orang.
Dalam kondisi tersebut, KBRI menyediakan penampungan darurat di basement gedung KBRI dengan kapasitas tampung sebanyak 100 orang. Hingga 31 Desember 2011, masih tersisa 136 orang TKI bermasalah di Transit House yang masih menunggu proses administrasi dan keimigrasian dari pihak Arab Saudi.
Menurut data imigrasi Kerajaan Arab Saudi, sepanjang 2011, jumlah WNI yang tersebar di Kerajaan Arab tercatat mencapai 1,2 juta orang.  Dari angka tersebut, sebanyak 96% merupakan pekerja di sektor informal, dan sisanya 4% merupakan pekerja di sektor formal.
Untuk wilayah seluas Arab Saudi, Pemerintah Indonesia memiliki dua Perwakilan RI yang melayani seluruh warga Indonesia yang tersebar secara acak di 121 kota besar dan kecil, yakni KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah. Dalam catatan KBRI, diperkirakan lebih kurang 277.138 WNI terdaftar dalam data kekonsuleran KBRI Riyadh.
KBRI senantiasa mengupayakan permasalahan TKI dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Mengingat banyaknya WNI yang bekerja dan tinggal di luar kota Riyadh, KBRI juga melakukan pelayanan “jemput bola” untuk pelayanan kekonsuleran dan keimigrasian sekaligus melakukan pembinaan masyarakat secara rutin di wilayah kantong-kantong TKI.
Hal ini sebagai wujud kepedulian dan keberpihakan KBRI Riyadh, yang pada gilirannya untuk dapat memaksimalkan usaha pelayanan dan perlindungan terhadap WNI/TKI. (sumber: KBRI Riyadh/ed.Yo2k)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: