Kewirausahaan dari Perspektif Ekonomi: Peluang Usaha

Titik fokus pertama dalam kegiatan berwirausaha adalah apakah seseorang melihat
peluang usaha di sekitarnya. Sedangkan peluang usaha itu sendiri dapat di pandang dari beberapa teori dan fakta. Pertama dari teori Schumpeter (1934) bahwa informasi baru merupakan suatu yang
penting dalam menjelaskan eksistensi peluang usaha. Perubahan teknologi, tekanan
politik, faktor-faktor lingkungan makro dan kecenderungan sosial dalam menciptakan
informasi baru yang dapat digunakan pengusaha untuk mendapatkan dan
mengkombinasikan kembali sumber daya dalam bentuk yang lebih bernilai.berikutnya dari Kizner (1973) mempunyai sebuah perspektif pemikiran bahwa peluang kewiarusahaan hanya membutuhkan
cara baru untuk membuat inovasi berdasarkan informasi yang telah tersedia yaitu belief
mengenai cara menggunakan sumber daya yang seefisien mungkin.dari kedua pendapat ini didapat perbedaan bahwa Kiznerian lebih mengutamakan
peluang dari sesuatu yang telah mapan (cateris paribus). Informasi yang diperlukan
bukan informasi yang bersifat radikal sehingga inovasi yang muncul biasa terjadi.
Sangat berlainan dengan Schumpeterian, peluang terjadi dalam situasi
ketidakseimbangan. Dalam situasi ini, informasi yang didapatkan banyak dan sering kali
bersifat radikal. Sifat radikal ini menyebabkan inovasi jarang terjadi karena situasi yang
radikal juga jarang terjadi. kalau dengan tabel dapat lebih jelas :

 Schumpeterian Kiznerian

Disequilibrating Equilibrating
Requires new information Does not requires new information
Very innovative Less innovative
Rare Common
Involves creation Limited to discovery

Dari fakta yang kita lihat peluang usaha bersumber dari beberapa faktor seperti

Perubahan teknologi dimana memungkinkan untuk mengalokasikan sumber daya dengan cara yang berbeda dan lebih potensial dalam kewirausahaan (Casson, 1995). Faksimili, surat, e-mail, internet, dan telepon merupakan alat yang produktif untuk mengirim informasi
sehingga memungkinkan orang membuat
kombinasi sumber daya baru yang disebabkan perubahan teknologi.
Blau ( 1978 ) meneliti wirausahawan mandiri di AS selama dua dekade dan
menemukan bahwa perubahan teknologi meningkatkan jumlah wirausahawan mandiri.
Demikian juga dengan hasil penelitian Shane (1996) memperlihatkan bahwa jumlah
organisasi dari tahun ke 1899 sampai dengan 1988 meningkat seiring dengan
meningkatnya perubahan teknologi.

fakta berikutnya adalah Perubahan politik dan kebijakan dimana dapat menjadi sumber peluang
kewirausahaan karena perubahan tersebut memungkinkan rekombinasi sumber daya
agar lebih produktif.
contoh kejadian empiris mendukung argumen bahwa perubahan politik adalah
peluang usaha seperti ; Delacoxroix dan Carool (1993) yang meneliti Koran Argentina dari tahun 1800
– 1900 dan Koran Irlandia 1800 – 1925 yang menemukan bahwa ada hubungan positif
antara perubahan politis dengan meningkatnya pertumbuhan perusahaan baru. Bahkan

perang pun dapat menjadi peluang usaha dengan menyediakan peralatan perang.Kebijakan juga dapat menumbuhkan minat berwirausaha. Regulasi ini penting
karena menyangkut legalitas sebuah perusahaan. Studi yang dilakukan oleh Kelly &
Amburgey (1991) menemukan bahwa pertumbuhan airline di Amerika
meningkat setelah adanya paket deregulasi airline.

fakta berikutnya ; Struktur demografi , hal ini sangat mempengaruhi pola usaha. Kita ambil sebuah fakta yaitu Bali.
Bali selain dikenal sebagai kota turis dan budaya, juga dikenal sebagai daerah
tujuan dimana negosiasi bisnis serta juga dikenal sebagai kota peselancar dimana para peselancar tertuju kesana.Hal ini membawa dampak bagi jenis usaha resto dan sewa menyewa serta pariwisatayang dikembangkan di kota Bali.

fakta berikutnya adalah Institusi pendidikan yang merupakan sumber peluang usaha karena sebagai pusat
penelitian,dimana hasil penelitian tersebut dapat menjadi dasar peluang usaha. Zucker dkk
( 1998 ) meneliti tentang berdirinya perusahaan bioteknologi. Mereka menemukan bahwa
jumlah ilmuwan dan universitas ternama dalam suatu daerah tersebut meningkatkan
stok dan peningkatan jumlah perusahaan bioteknologi. Universitas bergengsi
menghasilkan hak paten yang lebih banyak.

Bagaimana di Indonesia ???

dari perspektif saya bahwa indonesia masih harus banyak menyadarkan masyarakatnya terhadap arti dari peluang usaha.beberapa kota – kota di Indonesia dapat diatakan telah sesuai dengan teori peluang usaha serta fakta – fakta yang telah dipaparkan, tetapijumlahnya masih sangat sedikit dibandingkan dengan potensi indonesia saat ini.

lainnya dari saya yaitu fakta pendidikan yang sangat minimdisebagian besar kota -kota di indonesia….dari fakta yang dipaparkan ternyata pendidikan juga memberikan sumbanganan besar terhadap munculnya peluang usaha.

fakta lainnya masyarakat indonesia masih terfokus dengan apa yang dikatakan pegawai ataupun anekdot bahwa sekolah tinggi merupakan untuk mencapai pekerjaan yang baik.padahal secara rasional dapat dikatakan apabila angkatan kerja sudah lebih banyak dari jumlah total pegawai/ pekerja yang ada pada usaha – usaha yang sudah ada maka kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan sangat kecil.

ini terbukti di indonesia dengan adanya upah minimum yang masih dikatakan kecil atau dibawah standard,seseorang akan rela bekerja dengan upah 500 ribu rupiah untuk melanjutkan kelangsungan hidupnya, bahkan terkadang anaknya yang belum mencapai usia angkatan kerja juga berpartisipasi dalam mencapai pemenuhan kebutuhan untuk melanjutkan hidup.dan tetap saja pengangguran menjadi masalah yang serius yang dihadapi oleh pemerintah.

solusi dari masalah itu hanya dapat diselesaikan oleh pemerintah dengan mengadakan program “penggugahan hati masyarakat ” serta “diklat ” terhadap peluang usaha dan cara menjalankannya,selain itu bimbingan dan bantuan modal juga harus diiringi.serta pemerintah bekerja sama dengan perguruan tinggi yang ada untuk menyukseskan program tersebut.

solusi yang lebih ekstrim adalah dengan memusatkan konsentrasi pemasukan negara yaitu dari ukmkm yang sudah terbukti sangat tahan banting dengan kondisi eonomi yang ekstrim,dengan memberikan kemudahan dan jaringan kerjasama yang dimana pemerintah yang menjadi katalisatornya.

dari pemaparan saya dapat ditarik sebuah kesimpulan yaitu bahwa peluang usaha dapat timbul seperti jamur apabila pemerintah lebih berperan aktif dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap kewirausahaan sehingga penelitian yang sudah dilakukan terhadap peluang usaha dapat menjadi input yang berarti bagi pemerintah, serta pemerintah harus melibatkan PTN sebagai salah satu katalisator dalam membangun kesadaran masyarakat dengan membuat program program yang ditujukan terhadap PTN untuk melakukan sosialisasi pembenahan pemikiran masyarakat tentang menjalankan dan mempunyai suatu usaha..

masalah pengangguran dan penyelesaianya

Seorang teman berujar bahwa jadi pengangguran sangatlah membosankan. Pernyataan tersebut seakan menggeser paradigma menunggu yang selama ini dianggap sebagai aktifitas yang membosankan. Tapi tunggu dulu, pernyataan bahwa pengangguran sebagai pekerjaan yang membosankan sepertinya bersifat relatif, yakni bagaimana orang yang menganggur menyikapi. Sementara menunggu sudah terbukti sebagai hal yang sangat membosankan, namun masa kini waktu menunggu kadang tidak lagi membosankan karena sambil menunggu dapat memanfaatkan teknologi untuk mengusir rasa bosan. Begitu pula dengan penganggguran, tidak selamanya jadi penggaguran itu membosankan.

Masa penganggur adalah masa-masa sulit bagi seseorang karena dengan menganggur tidak dapat penghasilan untuk memenuhi kebutuhan. Pengangguran membuat kemampuan diri tidak bisa terasah dan tidak dapat menghasilkan uang. Banyak orang yang mengalami stres karena pengangguran. Tipe pengangguran itu sendiri terbagi menjadi beberapa macam, ada yang disebut dengan pengangguran terbuka dan ada pula pengangguran musiman, pengangguran struktural dan lain-lainnya.

Dari bermacam tipe itu berbeda pula maknanya. Intinya dalam tulisan ini pengangguran dimaknai sebagai aktifitas yang tidak menghasilkan secara materi. Orang pengangguran belum tentu tidak memiliki pekerjaan. Setidaknya pekerjaan dari seorang pengangguran adalah tidur, diluar itu banyak pekerjaan yang dijalani namun tidak menghasilkan uang atau materi. Meskipun aktifitas seorang pengangguran tidak menghasilkan uang, minimal dapat menghasilkan nilai-nilai secara non materi. Nilai non materi ini kadang tidak dapat diukur dengan uang.

Misalnya saja, kita sedang berada pada fase pengangguran. Tidak adanya pekerjaan membuat kita tidak bisa menghasilkan uang. Bila kita mampu menyiasati masa pengangguran ini maka kita dapat mengisi waktu luang dengan berbagai aktifitas yang bermanfaat seperti membaca, menulis, membantu orang lain sesuai dengan kemampuan kita dan kegiatan bermanfaat lainnya. Dengan aktifitas tersebut kita akan menghasilkan nilai-nilai berupa non materi. Kerugian dari penggaguran adalah kita tidak mampu mengasah potensi dan kemampuan kita. Supaya tidak rugi dua kali, maka isi waktu masa penggaguran dengan hal-hal bermanfaat.

Bagi mereka yang sudah bekerja, mereka dapat mengasah kemampuan mereka ditambah pula dengan imbalan uang yang diperoleh dari hasil kerja. Disamping nilai materi yang didapat, mereka juga mendapat nilai-nilai secara non materi. Berbeda halnya dengan pengangguran, mereka tidak dapat menghasilakan nilai secara materi, tapi mereka bisa mendapatkan nilai non materi. Tapi dengan catatan diisi dengan aktifitas yang bermanfat.

Pada dasarnya manusia mempunyai naluri bertahan hidup untuk memenuhi kebutuhan. Jadi dengan naluri itu tidak ada manusia yang berstatus sebagai pengangguran abadi. Manusia akan berusaha agar kebutuhannya terpenuhi, sekurang-kuranya kebutuhan untuk makan. Oleh karena itu, mau tidak mau manusia akan berusaha dan bekerja agar perut mereka dapat diisi dengan makanan. Tuhan tidak akan menyia-nyiakan usaha manusia karena masing-masing kita dan semua makhluk hidup di bumi ini sudah diatur rezeki oleh Tuhan Yang Maha Pemurah. Janganlah bersedih jadi penggaguran karena masa-masa pengangguran adalah sebagian dari bentuk cobaan Tuhan kepada umatNYA agar terus berpikir dan berusaha
1. Peningkatan Mobilitas Tenaga kerja dan Moral

Peningkatan mobilitas tenaga kerja dilakukan dengan memindahkan pekerja ke kesempatan kerja yang lowong dan melatih ulang keterampilannya sehingga dapat memenuhi tuntutan kualifikasi di tempat baru. Peningkatan mobilitas modal dilakukan dengan memindahkan industry (padat karya) ke wilayah yang mengalami masalah pengangguran parah. Cara ini baik digunakan untuk mengatasi msalah pengangguran structural.

2. Pengelolaan Permintaan Masyarakat

Pemerintah dapat mengurangi pengangguran siklikal melalui manajemen yang mengarahkan permintaan-permintaan masyarakat ke barang atau jasa yang tersedia dalam jumlah yang melimpah.

3. Penyediaan Informasi tentang Kebutuhan Tenaga Kerja

Untuk mengatasi pengangguran musiman, perlu adanya pemberian informasi yang cepat mengenai tempat-tempat mana yang sedang memerlukan tenaga kerja.

Masalah pengangguran dapat muncul karena orang tidak tahu perusahaan apa saja yang membuka lowongan kerja, atau perusahaan seperti apa yang cocok dengan keterampilan yang dimiliki. Masalah tersebut adalah persoalan informasi.

Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu diadakan system informasi yang memudahkan orang mencari pekerjaan yang cocok. System seperti itu antara lain dapat berupa pengumuman lowongan kerja di kampus dan media massa. Bias juga berupa pengenalan profil perusahaan di sekolah-sekolah kejuruan, kampus, dan balai latihan kerja.

4. Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi baik digunakan untuk mengatasi pengangguran friksional. Dalam situasi normal, pengangguran friksional tidak mengganggu karena sifatnya hanya sementara. Tingginya tingkat perpindahan kerja justru menggerakan perusahaan untuk meningkatkan diri (karir dan gaji) tanpa harus berpindah ke perusahaan lain.

Menurut Keynes, pengangguran yang disengaja terjadi bila orang lebih suka menganggur daripada harus bekerja dengan upah rendah. Di sejumlah Negara, pemerintah menyediakan tunjangan/santunan bagi para penganggur. Bila upah kerja rendah maka orang lebih suka menganggur dengan mendapatkan santunan penganggur. Untuk mengatasi pengangguran jenis ini diperlukan adanya dorongan-dorongan (penyuluhan) untuk giat bekerja.

Pengangguran tidak disengaja, sebaliknya, terjadi bila pekerja berkeinginan bekerja pada upah yang berlaku tetapi tidak mendapatkan lowongan pekerjaan. Dalam jangka panjang masalah tersebut dapat diatasi dengan pertumbuhan ekonomi.

5. Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja

Pengangguran terutama disebabkan oleh masalah tenaga kerja yang tidak terampil dan ahli. Perusahaan lebih menyukai calon pegawai yang sudah memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. Masalah tersebut amat relevan di Negara kita, mengingat sejumlah besar penganggur adalah orang yang belum memiliki keterampilan atau keahlian tertentu.

6. Wiraswasta

Selama orang masih tergantung pada upaya mencari kerja di perusahaan tertentu, pengangguran akan tetap menjadi masalah pelik. Masalah menjadi agak terpecahkan apabila muncul keinginan untuk menciptakan lapangan usaha sendiri atau berwiraswasta yang berhasil.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2119555-cara-cara-mengatasi-pengangguran/#ixzz1myXtsnGN

Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Provinsi Lampung

Infor bursa kerja BUMN PLN

Rekrutmen PLN Tingkat S1/D4/D3
PLN �membuka stand rekutmen di CAREER DAYS UGM, GRAHA SABHA PRAMANA

http://www.pln.co.id/wp-content/uploads/2012/01/Pengumuman-JF-UGM-Februari-2012.pdf

Program Tenaga Kerja Sarjana (TKS) Tahun 2012 (Kuota 40 Org)

Dalam rangka mengatasi masalah pengangguran usia muda terdidik, Kemenakertransri membentuk program pendayagunaan tenaga kerja sarjana (TKS). Read more of this post

Cara membuat Texarea
Penggunaan ID dan CLASS
Syntax Highlighter untuk Blogger
Efek Kertas Lipat
Efek bayangan

Kunjungi web kami …

silakan masuk ke http://disnakertrans.lampungprov.go.id/

Peserta magang ke jepang menandatangani kontrak kerja dengan IMjapan

Sejumlah 34 orang peserta pemagangan ke jepang telah melakukan kontrak kerja dengan perusahaan penerima di Jepang. penandatanganan dilakukan di aula kantor dinas tenaga kerja dan hadir perwakilan dari IMJapan sebagai mediator perusahaan perusahaan yang di tuju. Read more of this post

KBRI Riyadh Berhasil Selesaikan 6.698 Kasus TKI Bermasalah pada tahun 2011

Hingga penghujung 2011, KBRI Riyadh telah menangani 6.834 kasus TKI bermasalah baik berat maupun ringan. Dari angka itu, KBRI berhasil rampungkan 6.698 kasus, di luar kasus Read more of this post
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.